KAJIAN MUNASABAH QS. AL-ḤADĪD AYAT 20–24 SEBAGAI SOLUSI QUR’ANI TERHADAP FENOMENA FOMO
DOI:
https://doi.org/10.62509/hjis.v2i2.338Kata Kunci:
FOMO, Munasabah, Psikologi SpiritualAbstrak
Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) menjadi salah satu problem psikologis paling menonjol dalam budaya digital modern, ditandai oleh kecemasan untuk selalu terhubung dan ketakutan tertinggal dari pengalaman sosial. Artikel ini mengkaji QS. al-Ḥadīd ayat 20–24 melalui pendekatan munasabah untuk menawarkan kerangka teologis sebagai solusi Qur’ani terhadap FOMO. Penelitian ini menjawab tiga pertanyaan: bagaimana penafsiran ayat 20-24; bagaimana munasabah antara ayat 20–24 membentuk orientasi hidup yang benar; serta bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diimplementasikan untuk mereduksi FOMO. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah sumber-sumber tafsir utama, termasuk karya ar-Rāzī dan Wahbah az-Zuḥaylī, serta dari berbagai literatur pendukung seperti jurnal, buku, dan artikel ilmiah yang membahas fenomena Fear of Missing Out (FOMO) dalam konteks sosial modern. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa ayat 20–21 mengalihkan fokus manusia dari perlombaan duniawi menuju musābaqah spiritual; ayat 22–23 meneguhkan stabilitas emosi melalui keyakinan pada takdir; dan ayat 24 memperingatkan dampak moral dari orientasi duniawi. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi nilai kefanaan dunia, kompetisi kebaikan, keyakinan pada qadar, dan kelapangan hati membentuk solusi komprehensif yang mampu meredam akar psikologis FOMO dan menata kembali orientasi hidup manusia di era digital.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Licensed by :

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



