Islamisasi Indonesia dan Asia Tenggara: Analisis Geokultural dan Dinamika Sosial-Keagamaan
DOI:
https://doi.org/10.62509/ajis.v3i1.279Keywords:
: Islam Nusantara; Asia Tenggara; Islamisasi; Kerajaan Islam; Tasawuf; Politik Islam; Mahathir Mohamad.Abstract
Penelitian ini mengkaji proses masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia dan Asia Tenggara dengan menekankan faktor geokultural, jalur transmisi, serta dinamika sosial-keagamaan yang menyertainya. Kawasan Asia Tenggara memiliki posisi geografis strategis yang menjadikannya ruang pertemuan berbagai peradaban melalui jaringan perdagangan maritim, migrasi, dan interaksi budaya. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap sumber-sumber sejarah klasik dan kajian kontemporer yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa islamisasi di kawasan ini tidak berlangsung secara tunggal dan seragam, melainkan melalui berbagai jalur, seperti perdagangan, dakwah kultural, perkawinan, pendidikan, serta peran elite politik lokal. Islam berkembang secara adaptif dengan berinteraksi dengan budaya setempat, sehingga melahirkan corak Islam yang beragam dan moderat. Dinamika tersebut menunjukkan bahwa Islam di Indonesia dan Asia Tenggara tidak hanya hadir sebagai sistem kepercayaan, tetapi juga sebagai kekuatan sosial dan kultural yang membentuk identitas masyarakat. Penelitian ini menegaskan pentingnya perspektif geokultural dalam memahami sejarah Islam di Asia Tenggara sebagai proses dialogis antara agama, budaya, dan struktur sosial yang terus berlanjut hingga masa kontemporer.










