Filsafat Ekologi dan Antropocentrisme dalam Krisis Iklim: Menggali Peran Manusia dalam Menghadapi Krisis Lingkungan Global
DOI:
https://doi.org/10.62509/ajis.v2i1.247Keywords:
Filsafat ekologi, Antropocentrisme, Krisis iklim, Ekosentrisme, biocentrisme, Etika lingkungan, Perubahan iklim.Abstract
Krisis iklim global yang semakin mendalam menuntut refleksi mendalam terhadap pandangan dan tindakan manusia terhadap lingkungan. Salah satu faktor utama yang memperburuk krisis ini adalah pandangan antropocentrisme, yang menempatkan manusia sebagai pusat dari segala nilai dan kepentingan, sering kali mengabaikan keseimbangan ekologis dan keberlanjutan alam. Pandangan ini telah mempengaruhi kebijakan dan tindakan manusia, yang cenderung mengeksploitasi sumber daya alam tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap ekosistem dan kehidupan di bumi. Filsafat ekologi, dengan pendekatannya yang lebih holistik dan berkelanjutan, menawarkan pandangan alternatif yang menekankan hubungan saling bergantung antara manusia dan alam. Konsep-konsep dalam filsafat ekologi, seperti keberlanjutan, interdependensi, dan penghargaan terhadap nilai intrinsik alam, memberikan dasar untuk membangun kebijakan lingkungan yang lebih inklusif dan berbasis pada kesadaran ekologis. Penerapan filsafat ekologi dalam kebijakan lingkungan dan perilaku masyarakat berpotensi menjadi solusi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Dengan memandang manusia sebagai bagian tak terpisahkan dari ekosistem yang lebih luas, perubahan paradigma filosofis ini dapat mendorong pendekatan yang lebih harmonis dalam pengelolaan sumber daya alam. Hal ini memerlukan pergeseran dari pendekatan eksploitasi menuju pengelolaan yang berkelanjutan, dengan mempertimbangkan keseimbangan ekologis dan keberlanjutan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran antropocentrisme dalam memperburuk krisis iklim, serta menggali potensi filsafat ekologi sebagai dasar bagi kebijakan dan perilaku yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Di akhir, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemikiran filosofis dan praktis yang dapat mendukung upaya-upaya mengatasi krisis iklim dengan pendekatan yang lebih berkelanjutan dan berbasis pada kesadaran ekologis yang mendalam.










