Pucangrejo Ecovillage Sebagai Model Desa Ramah Lingkungan Berbasis Ekoteologi Dan Kesadaran Masyarakat

Authors

  • Mahmud Yunus Mustofa Sekolah Tinggi Islam Kendal
  • Muchammad Alam Sekolah Tinggi Kendal
  • M. in'amul Muttaqin Sekolah Tinggi Islam Kendal
  • Kharismatul Baroroh Sekolah Tinggi Islam Kendal
  • Umi Bintiyah Sekolah Tinggi Islam Kendal
  • Isnaeni Nahariyah Sekolah Tinggi Islam Kendal
  • Siti Khoirul Nisa Sekolah Tinggi Islam Kendal
  • Ahmad Hazim Najah Anf Sekolah Tinggi Islam Kendal
  • Muhammad Ali Zacky N Sekolah Tinggi Islam Kendal
  • Hikayatul Roikhatul J Sekolah Tinggi Islam Kendal
  • Nur Malikah Sekolah Tinggi Islam Kendal
  • Tasya Arum Nita Sekolah Tinggi Islam Kendal
  • Kamal Fatkhullah Sekolah Tinggi Islam Kendal
  • Rizki Amir Ma’ruf Sekolah Tinggi Islam Kendal
  • Putri Aprilia Sekolah Tinggi Islam Kendal

DOI:

https://doi.org/10.62509/jpkm.v5i1.374

Keywords:

Ecovillage, Participatory Action Research, Ekoteologi, Pemberdayaan Masyarakat, Desa Ramah Lingkungan

Abstract

Rendahnya pemahaman dan kesadaran masyarakat pedesaan akan pentingnya menjaga lingkungan sekitar masih menjadi problem krusial. Hal ini sering kali berakar pada rendahnya partisipasi publik dan pemahaman etika lingkungan yang masih bersifat antroposentris.  Pucangrejo memiliki potensi besar terutama dalam basis keagamaan untuk dapat dikembangkan menjadi Ecovillage yang berlandaskan nilai-nilai keIslaman. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menginisiasi model Pucangrejo Ecovillage melalui integrasi konsep ekoteologi dan dan penguatan kesadaran kolektif masyarakat. Melalui metode Participatory Action Research (PAR), penelitian ini melibatkan kolaborasi aktif antara tim peneliti dan masyarakat untuk melakukan diagnosis masalah, perencanaan aksi, pelaksanaan, hingga evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa melalui PAR, masyarakat Pucangrejo berhasil mengidentifikasi akar masalah lingkungan mereka dan secara mandiri merancang program "Green Mosque" dengan Masjid sebagai basis pemberdayaan lingkungan hijau desa. Integrasi nilai ekoteologi mempercepat internalisasi perilaku ramah lingkungan karena selaras dengan nilai-nilai religiusitas local melalui kajian keagamaan dan peran pemuka agama. Dampak signifikan terlihat pada terbentuknya kelompok kerja (Pokja) lingkungan yang aktif secara swadaya tanpa ketergantungan penuh pada instruksi eksternal. Peneltian ini menyimpulkan bahwa model Ecovillage berbasis PAR dan ekoteologi mampu menciptakan kemandirian ekologis yang berkelanjutan di desa Pucangrejo karena menempatkan masyarakat sebagai subjek perubahan sekaligus penjaga moral lingkungan dengan berdasar pada nilai-nilai keagamaan.

Published

2026-03-10

How to Cite

Mustofa, M. Y., Alam, M., Muttaqin, M. in’amul, Baroroh, K., Bintiyah, U., Nahariyah, I., Nisa, S. K., Najah Anf, A. H., Zacky N, M. A., Roikhatul J, H., Malikah, N., Nita, T. A., Fatkhullah, K., Ma’ruf, R. A., & Aprilia, P. (2026). Pucangrejo Ecovillage Sebagai Model Desa Ramah Lingkungan Berbasis Ekoteologi Dan Kesadaran Masyarakat. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), 33–50. https://doi.org/10.62509/jpkm.v5i1.374