Istifkar: Media Transformasi Pendidikan https://jurnal.stikkendal.ac.id/index.php/istifkar <p><a href="https://jurnal.stikkendal.ac.id/index.php/istifkar"><strong>Istifkar: Media Transformasi Pendidikan</strong></a></p> <div class="description"> <ul> <li><strong>ISSN: </strong><a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN-L/1979-2794">P-ISSN 1979-2794</a> (Print); <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2655-6634">E-ISSN 2655-6634</a> (Online)</li> <li><strong>Frequency : </strong>2 issues per year (March and September)</li> <li><strong>DOI : </strong>10.62509</li> <li><strong>Editor In Chief: </strong><a href="https://www.scopus.com/authid/detail.uri?authorId=57217992698">Ahmad Tantowi</a></li> <li><strong>Url : </strong><a href="https://jurnal.stikkendal.ac.id/index.php/istifkar/index">https://jurnal.stikkendal.ac.id/index.php/istifkar/index</a></li> <li><strong>E-mail : </strong>istifkar@stikkendal.ac.id </li> <li><strong>Citation Analysis :</strong> <a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/14198" target="_blank" rel="noopener">SINTA, </a><a href="https://scholar.google.com/citations?user=d82laeQAAAAJ&amp;hl=id" target="_blank" rel="noopener">Google Scholar</a></li> <li><strong>Address:</strong> Sekolah Tinggi Islam Kendal, Jl. Raya Soekarno-Hatta Jambearum Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal Jawa Tengah 51319</li> </ul> </div> Sekolah Tinggi Islam Kendal id-ID Istifkar: Media Transformasi Pendidikan 1979-2794 Transformasi Pembelajaran Dual Track System Di Pondok Pesantren Mangunsari Nganjuk Perspektif Kurt Lewin https://jurnal.stikkendal.ac.id/index.php/istifkar/article/view/345 <p>Pesantren salaf dihadapkan pada tantangan era modern yang menuntut adanya integrasi antara pendidikan agama tradisional dan pendidikan formal agar relevan dengan kebutuhan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis proses transformasi pembelajaran di Pondok Pesantren Mangunsari Nganjuk dalam perspektif teori perubahan Kurt Lewin, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambatnya. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Mangunsari Nganjuk berhasil bertransformasi dari sistem salaf murni menjadi model "jalur ganda" (dual-track system) dengan mengintegrasikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) formal ke dalam sistem pendidikannya. Proses ini berjalan selaras dengan tiga tahap teori Kurt Lewin: unfreezing (munculnya kesadaran akan perlunya perubahan), changing (implementasi inovasi melalui pendirian MTs), dan refreezing (pelembagaan sistem baru melalui kebijakan berkelanjutan dan pembentukan budaya belajar baru). Faktor penghambat utama yang ditemukan adalah isu suksesi kepemimpinan, sedangkan faktor pendukung krusial adalah keberhasilan membangun basis jamaah baru yang loyal dan terbuka terhadap inovasi melalui Jam'iyah Istighotsah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pesantren mampu melakukan sintesis antara tradisi dan modernitas secara strategis untuk menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan identitas fundamentalnya.</p> Aulia Dini Afifatusholihah Binti Fikhratin Lucky Ilham Prayoga Syafiq Al Faizar Hak Cipta (c) 2026 Aulia Dini Afifatusholihah, Binti Fikhratin, Lucky Ilham Prayoga, Syafiq Al Faizar https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-03-03 2026-03-03 6 1 1 14 10.62509/ji.v6i1.345 Peran Pendidikan Agama Islam Dalam Menghadapi Krisis Ekologi dan Menumbuhkan Kesadaran Iman Terhadap Alam https://jurnal.stikkendal.ac.id/index.php/istifkar/article/view/326 <p>Krisis ekologis yang semakin meningkat pada era modern tidak hanya menunjukkan kerusakan fisik lingkungan, tetapi juga mencerminkan krisis moral dan spiritual dalam cara manusia memandang relasi antara dirinya, alam, dan Tuhan. Fenomena seperti perubahan iklim, pencemaran lingkungan, eksploitasi sumber daya alam, serta meningkatnya bencana ekologis menunjukkan lemahnya kesadaran etis dan keimanan dalam pengelolaan alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pendidikan Agama Islam dalam menghadapi krisis ekologi serta menumbuhkan kesadaran iman terhadap alam sebagai bagian dari tanggung jawab keagamaan manusia. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui analisis terhadap berbagai sumber literatur, meliputi buku, artikel jurnal, dan kajian akademik yang relevan dengan ekoteologi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam menyediakan landasan etika lingkungan yang kuat dan komprehensif melalui konsep tauhid, khalifah, amanah, keseimbangan (<em>mīzān</em>), serta larangan <em>fasād </em>yang menegaskan kewajiban manusia untuk menjaga kelestarian alam. Pendidikan Agama Islam memiliki peran strategis dalam menginternalisasikan nilai-nilai tersebut melalui integrasi materi pembelajaran, pembiasaan akhlak ramah lingkungan, keteladanan guru, serta penguatan spiritualitas peserta didik melalui refleksi terhadap ayat-ayat kauniyah. Penelitian ini menegaskan bahwa Pendidikan Agama Islam mampu menumbuhkan kesadaran iman ekologis yang komprehensif, mencakup dimensi pengetahuan, kesadaran moral, dan tindakan nyata dalam menjaga lingkungan sebagai bentuk ibadah dan tanggung jawab keimanan. Kajian ini merekomendasikan pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam berbasis ekoteologi, penguatan kompetensi guru dalam pendidikan lingkungan, serta penelitian lanjutan yang menelaah implementasi pembelajaran ekologis berbasis keimanan di berbagai jenjang pendidikan.</p> Tyas Ayu Farah Dina Anjani Dzikry Ilahana Safira Tsaniyatur Rohaimi Much. Febri Ardiyanto Widodo Hami Hak Cipta (c) 2026 Tyas Ayu Farah Dina, Anjani Dzikry Ilahana, Safira Tsaniyatur Rohaimi, Much. Febri Ardiyanto, Widodo Hami https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-03-03 2026-03-03 6 1 15 25 10.62509/ji.v6i1.326 Urgensi dan Pengembangan Modul Pembelajaran dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran: Studi Kasus di SMK Arbai Qohhar Ngawi https://jurnal.stikkendal.ac.id/index.php/istifkar/article/view/314 <p>Upaya penting ini dalam aktualisasinya tentu harus memperhatikan banyak aspek termasuk perangkat pembelajaran yang digunakan. Penting untuk dipahami bahwa guna mewujudkan konsep pendidikan yang inovatif tersebut perlu diperhatikan pula penggunaan bahan ajar yang tepat dan fleksibel. Bahan ajar yang dimaksud dalam hal ini adalah adanya modul ajar yang dapat membantu setiap tenaga pendidik mengkontekstualisasikan materi yang diberikan pada siswa. Manfaat dari modul sendiri sebenarnya sangat fundamental di mana modul membuka peluang bagi siswa untuk dapat menyesuaikan kebutuhan belajar sesuai kemampuan mereka, mengkonsepsikan gaya belajar dan menciptakan model belajar yang menarik. Modul tersebut juga membantu tenaga pendidik dalam mengkonsepsikan proses pembelajaran yang efektif yang mampu mengembangkan karakter juga potensi siswa yang tidak hanya cerdas tetapi juga mandiri, terampil dan berbudi luhur. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis tentang definisi modul pembelajaran, prinsip dasar yang melandasinya serta tahapan pengembangan dan penerapan modul pembelajaran di kelas dan tantangannya. Dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, hasil kajian menunjukkan bahwa modul memiliki urgensi yang penting dalam proses belajar mengajar di SMK Arbai Qohhar Desa Jambangan Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pembelajaran memiliki peran penting dalam menciptakan proses belajar yang terstruktur, mandiri, dan efektif. Penerapannya meningkatkan keaktifan dan kreativitas siswa serta mempermudah guru dalam menyampaikan materi. Meskipun terdapat tantangan seperti kompetensi guru dan kemampuan siswa yang beragam, modul tetap menjadi alat strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.</p> Muhammad Rofiiqul Umam Hamam Burhanuddin Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Rofiiqul Umam, Hamam Burhanuddin https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-03-03 2026-03-03 6 1 26 37 10.62509/ji.v6i1.314 Konseling Islam dan Kesehatan Mental Siswa Dalam Mewujudkan Generasi Emas Tahun 2045 di Indonesia https://jurnal.stikkendal.ac.id/index.php/istifkar/article/view/365 <p>Tujuan penelitian ini menunjukkan peran startaegis konseling Islam dan relevansinya dengan kesehatan mental siswa di Indonesia. Peran konseling Islam bagi kesehatan mental siswa yaitu untuk menyongsong cita cita bangsa Indonesia untuk mewujudkan generasi emas pada tahun 2045 mendatang. Probelmatika dilapangan menunjukkan bahwa permasalahan kesehatan mental siswa mengakibatkan gangguan mental seperti kecemasan berlebih dan degradasi moral perlu mendapatkan penanganan secara tepat. Integrasi nilai spiritual dalam konseling Islam menjadi kebutuhan dasar dalam sistem pendidikan nasional sebagai bentuk sumbangsih keilmuan secara nyata. Jenis penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi pustaka. Data primer dan sekunder diperolah dari sumber ilmiah terpercaya. Analisis data menggunakan konten analisis yaitu mengkaji konsep, gagasan dan nilai dalam sumber data penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi konseling Islam dalam menjaga kesehatan mental siswa dapat dilakukan melalu teknik tazkiyatun nafs. Selain itu dapat pula menguatkan ketakwaan dan resiliensi diri siswa. Pendekatakan ini secara praktik hanya menangani gejala klinis, dimana kondisi tersebut dapat membangun fondasi dasar karakter secara kokoh yaitu dengan membimbing siswa menyadari kesadaran spiritual. Layanan konseling islam terbukti mampu memberikan keseimbangan antara kecerdasan emosional dan kecerdasan intelektual. Layanan konseling merupakan instrument yang mendasar dan kursial dalam mewujudkan generasi kokoh secara mental dan spiritual serta memiliki martabat etika, sehingga dapat menjadi generasi emas secara paripurna pada tahun 2045 mendatang. Keberhasilan tranformasi tersebut tidak lain adalah kekuatan yang memiliki sinergi antara konselor sekolah, kurikulum dan lingkungan yang religious.</p> Susana Aditiya Wangsanata Sucik Rahayu Jaiz Jamalulalel Hak Cipta (c) 2026 Susana Aditiya Wangsanata, Sucik Rahayu, Jaiz Jamalulalel https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-03-03 2026-03-03 6 1 38 53