Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
https://jurnal.stikkendal.ac.id/index.php/halaqah
<hr /> <table class="data" width="100%"> <tbody> <tr valign="top"> <td width="20%">Original title</td> <td><strong>:</strong></td> <td width="80%"><strong>Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies</strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Short title</td> <td><strong>:</strong></td> <td width="80%"><strong>Halaqah</strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Abbreviation</td> <td><strong>:</strong></td> <td width="80%"><strong>HJIS</strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Frequency</td> <td><strong>:</strong></td> <td width="80%"><strong>Biannual</strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Number of articles per issue</td> <td><strong>:</strong></td> <td width="80%"><strong>8 research articles and reviews per issue</strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">DOI</td> <td><strong>:</strong></td> <td width="80%"> <h2 class="label"><a style="background-color: #ffffff; font-size: 0.875rem;" href="https://doi.org/10.62509/hjis.v2i1.187">https://doi.org/10.62509/hjis</a></h2> </td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">ISSN</td> <td><strong>:</strong></td> <td width="80%"><strong>-</strong> (Printed); 3090-5567 (Online)</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Editor-in-Chief</td> <td><strong>:</strong></td> <td width="80%"><strong>Mahmud Yunus Musthofa</strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Publisher</td> <td><strong>:</strong></td> <td width="80%"><strong>LPPM Sekolah Tinggi Islam Kendal</strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Language</td> <td><strong>:</strong></td> <td width="80%"><strong>Indonesia</strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Citation Analysis</td> <td><strong>:</strong></td> <td width="80%"><strong>Google Scholar, Garuda, Dimensions, Moraref, Crossref</strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Subject Area; Category</td> <td><strong>:</strong></td> <td width="80%"><strong>Arts and Humanities; Religious Studies</strong></td> </tr> </tbody> </table>LP2M STIK KENDALid-IDHalaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies3090-5567<h4>Licensed by :</h4> <p><img src="https://e-jurnal.staimuttaqien.ac.id/public/site/images/afajar/cc-by-sa-3.0.png" alt="" width="150" height="53" /></p> <h4>This work is licensed under a <a href="https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/" target="_blank" rel="noopener">Creative Commons Attribution 4.0 International License.</a></h4> <p> </p>METHODOLOGICAL ANALYSIS OF ORIENTALIST VIEWS ON EXISTENCE OF SURAH AL-FATIHAH IN THE QUR'AN AND ITS IMPLICATIONS FOR WESTERN SCHOLARSHIP
https://jurnal.stikkendal.ac.id/index.php/halaqah/article/view/302
<p><em>The rejection of Surah Al-Fatihah as part of the Quran does not only come from Western scholars but also from Muslim scholars. This becomes interesting to study and analyze further because Al-Fatihah, which is notably the foremost surah in the Quran, is not exempt from controversy and conflicting opinions, not only from Western scholars but also from Eastern scholars.The data sources used consist of primary sources obtained from the works of several Orientalists and secondary sources obtained from previous research. The results of this study indicate that, firstly, from the perspective of Orientalists, in this case, Arthur Jeffery, Surah Al-Fatihah is a surah that is not connected to the other surahs (it was not originally part of the text). According to Jeffery, Al-Fatihah is a composed prayer like other sacred books in other religions. Secondly, this argument is based on a hypothesis that Al-Fatihah has been influenced by various foreign languages such as Ethiopian, Aramaic, Hebrew, Syriac, Ancient Greek, Persian, and others. Consequently, the vocabulary in the Quran adopts terms from Judaism, Christianity, and other cultures. Based on the discourse on the controversy of Surah Al-Fatihah above, thirdly, Jeffery's study has provided an interesting historical reality about Surah Al-Fatihah, but his evidence has not been able to refute the existing fact that Al-Fatihah is still believed to be part of the Quran.</em></p>Moh. Nurun Alan Nurin PK
Hak Cipta (c) 2025 Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-102025-12-102216918310.62509/hjis.v2i2.302STRATEGI PEMBINAAN KARAKTER MAHASISWA MELALUI MATA KULIAH PAI DI PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN ISLAM
https://jurnal.stikkendal.ac.id/index.php/halaqah/article/view/209
<p>Artikel ini mengkaji berbagai strategi pembinaan karakter mahasiswa melalui mata kuliah Pendidikan Agama Islam (PAI) di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Pembinaan karakter menjadi esensial di era modern yang penuh tantangan moral dan etika, di mana PTKIN memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muslim yang berkarakter kuat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur (library research) untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi-strategi yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembinaan karakter melalui mata kuliah PAI di PTKIN mencakup integrasi nilai-nilai karakter dalam silabus dan materi ajar, penggunaan metode pembelajaran partisipatif dan experiential learning, peran keteladanan dosen PAI, pengembangan modul ajar berbasis karakter, serta evaluasi komprehensif yang tidak hanya menilai aspek kognitif tetapi juga afektif dan psikomotorik. Implementasi strategi ini diharapkan dapat mengoptimalkan peran mata kuliah PAI sebagai lokomotif utama dalam pembentukan karakter mahasiswa yang religius, moderat, toleran, dan berintegritas.</p>Amir Mukminin
Hak Cipta (c) 2025 Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-102025-12-102218419810.62509/hjis.v2i2.209DIAGNOSA DAN SOLUSI QUR’ANI ATAS DEGRADASI MORAL PENDIDIK MELALUI MUNASABAH SURAH AL-ANFAL 27–29
https://jurnal.stikkendal.ac.id/index.php/halaqah/article/view/312
<p>Profesi guru memegang kedudukan mulia dalam Islam sebagai teladan moral dan pembimbing spiritual. Namun, telah terjadi krisis degradasi moral pendidik, yang ditandai dengan maraknya kasus kekerasan seksual, kekerasan fisik, dan korupsi di lingkungan pendidikan. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis munasabah struktur tiga ayat dalam Surah Al-Anfal ayat 27–29 sebagai kerangka tematik yang menggambarkan proses diagnosis dan penyembuhan moral manusia, khususnya dalam konteks degradasi moral pendidik. Penelitian ini menggunakan pendekatan tafsir maudhū‘ī (tematik) dengan metode analisis munasabah sebagaimana dijelaskan oleh ar-Rāzī dalam <em>Mafātī</em><em>ḥ</em><em> al-Ghayb</em> dan al-Biqā‘ī dalam <em>Na</em><em>ẓ</em><em>m al-Durar fī Tanāsub al-Āyāt wa al-Suwar</em>. Hasil menunjukkan adanya keterkaitan tematik yang harmonis antara tiga ayat yang membentuk satu rangkaian moral yang utuh. Ayat 27 menegaskan nilai amanah sebagai dasar etika, ayat 28 mengingatkan bahaya fitnah dunia yang melemahkan kontrol diri, dan ayat 29 menampilkan takwa sebagai solusi ruhani yang melahirkan furqan dan <em>‘izzah</em>. Melalui analisis nilai-nilai tersebut, dapat didiagnosis bahwa degradasi moral pendidik berakar pada pengkhianatan amanah, lemahnya pengendalian diri, dan pudarnya takwa. Ketiganya menjadi penyebab runtuhnya integritas dan marwah spiritual pendidik. Adapun solusinya terletak pada peneguhan amanah, penguatan kontrol diri, serta penanaman takwa sebagai puncak penyucian hati. Jika ketiga nilai ini dihidupkan, pendidik akan menjadi pribadi berintegritas, mampu menuntun jiwa peserta didik dengan keteladanan moral dan spiritual yang sejati.</p>Muhammad Imaduddin
Hak Cipta (c) 2025 Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-102025-12-102219921710.62509/hjis.v2i2.312TRANSFORMASI MODEL PENDIDIKAN MATHLA’UL ANWAR: INTEGRASI NILAI DAKWAH DAN MODERNISASI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM
https://jurnal.stikkendal.ac.id/index.php/halaqah/article/view/313
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif transformasi sistem pendidikan dalam organisasi Islam Mathla’ul Anwar (MA) serta menggali bagaimana nilai-nilai dakwah diintegrasikan dalam praksis pendidikan lembaga tersebut. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka melalui telaah mendalam terhadap literatur primer dan sekunder, termasuk arsip organisasi, dokumen kurikulum, karya sejarah pendidikan Islam, dan publikasi akademik mengenai modernisasi lembaga Islam di Indonesia. Analisis menunjukkan bahwa sejak berdirinya pada tahun 1916 di Menes, Banten, MA mengembangkan model pendidikan yang menempatkan integrasi ilmu agama dan ilmu umum sebagai inti gerakannya, yang kemudian menjadi bentuk dakwah bil-ḥāl melalui tindakan kelembagaan, perluasan akses pendidikan, dan pembinaan karakter. Transformasi pendidikan MA berlangsung secara bertahap, mulai dari transisi dari metode tradisional menuju sistem klasikal modern, penataan kurikulum terpadu, adaptasi terhadap kebijakan pendidikan nasional, hingga penguatan kelembagaan melalui pendirian Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) sebagai puncak institusionalisasi modern. Temuan penelitian juga menegaskan bahwa nilai keikhlasan, kebangsaan, dan kemajuan merupakan fondasi normatif yang menuntun setiap proses pendidikan di MA, berfungsi sebagai etos dakwah yang mengarahkan lembaga ini untuk menjaga keseimbangan antara identitas keislaman, orientasi kebangsaan, dan tuntutan modernitas. Integrasi nilai-nilai tersebut membentuk model pendidikan yang responsif terhadap dinamika sosial dan proaktif dalam menciptakan perubahan moral dan kultural di masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem pendidikan MA merupakan bentuk dakwah kultural yang transformatif, memadukan spiritualitas, rasionalitas, dan kesadaran kebangsaan dalam satu kerangka pendidikan yang berkelanjutan, sehingga menjadikan MA sebagai aktor penting dalam pembaruan sosial dan konstruksi peradaban Islam yang berkemajuan di Indonesia.</p>Rahmi Nur AzizahSuparto
Hak Cipta (c) 2025 Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-102025-12-102221823510.62509/hjis.v2i2.313PENDIDIKAN ISLAM ERA RASULLULLAHHINGGA KHULAFAUR RASYIDIN : ANALISIS HISTORIS MELALUI STUDI LITERATUR
https://jurnal.stikkendal.ac.id/index.php/halaqah/article/view/307
<p>Artikel ini mengkaji dinamika dan perkembangan pendidikan Islam pada masa Rasulullah SAW hingga masa Khulafaur Rasyidin melalui pendekatan studi literatur. Kajian ini berfokus pada nilai-nilai, metode, lembaga, serta tujuan pendidikan Islam yang berkembang pada masa awal Islam sebagai fondasi peradaban Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka (library research), yang bersumber dari berbagai literatur klasik dan kontemporer tentang pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan pada masa Rasulullah berorientasi pada pembentukan akhlak dan keimanan melalui metode keteladanan, dialog, dan pembiasaan, dengan masjid sebagai pusat aktivitas pendidikan. Sementara itu, pada masa Khulafaur Rasyidin, sistem pendidikan berkembang dengan lebih terstruktur, melahirkan lembaga-lembaga pendidikan dan memperluas fungsi guru serta ulama. Kesimpulannya, sistem pendidikan Islam klasik pada masa Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin menjadi dasar konseptual dan moral bagi sistem pendidikan Islam sepanjang sejarah. Institusi pendidikan dasar seperti kuttab, yang mengajarkan membaca, menulis, dan menghafal Al-Qur'an, dipertahankan dan diperkuat selama pemerintahan Khulafaur Rasyidin. Masjid dan shuffah juga berfungsi sebagai pusat pendidikan lanjutan dan tinggi. Masjid telah mengalami proses institusionalisasi yang signifikan sehingga sekarang berfungsi sebagai pusat pengajaran Al-Qur'an, Hadis, dan Fiqh. Secara sistematis, jangkauan pendidikan Islam diperluas melalui kebijakan Khalifah Umar bin Khattab yang mewajibkan pembentukan masjid di setiap wilayah baru yang ditaklukkan. Para guru yang diangkat dan dibiayai Baitul Mal menyelenggarakan majelis ilmu di masjid-masjid tersebut melalui sistem halaqah. Ini memungkinkan proses penyebaran ilmu secara terstruktur dan efektif kepada seluruh lapisan masyarakat. Dengan berkembangnya wilayah Islam, kebutuhan akan institusi pendidikan di luar Madinah meningkat.</p>Rahmad Husain Lubis Musahur AyyubiAbdusima Nasution
Hak Cipta (c) 2025 Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-182025-12-182223625010.62509/hjis.v2i2.307ARSITEKTUR MANAJEMEN PENDIDIKAN ALA MAQASID SYARIAH
https://jurnal.stikkendal.ac.id/index.php/halaqah/article/view/311
<p>Penelitian ini mengkaji rekonstruksi tata kelola pendidikan Islam melalui pendekatan maqasid syariah dengan menempatkannya sebagai fondasi epistemik dan kerangka nilai dalam proses perumusan kebijakan pendidikan. Pendidikan Islam selama ini cenderung terjebak dalam birokratisasi yang menekankan indikator administratif, sehingga menjauh dari ruh nilai yang menjadi tujuan pendiriannya. Melalui studi kepustakaan mendalam terhadap karya-karya klasik seperti al-Ghazali, al-Syatibi, dan al-Mawardi, serta literatur kontemporer, penelitian ini menemukan bahwa maqasid syariah tidak hanya berfungsi sebagai tujuan normatif, tetapi juga sebagai paradigma sistemik yang mengatur cara lembaga pendidikan menyusun struktur dan mengambil keputusan. Penelitian ini menegaskan bahwa terdapat tiga dimensi penting dalam membangun arsitektur governansi pendidikan Islam berbasis maqasid, yakni qashd al-ta’sis sebagai arah pendirian lembaga, mas’uliyyah sebagai kerangka akuntabilitas moral dan spiritual, dan legitimasi syar‘i sebagai dasar stabilitas kelembagaan. Integrasi ketiga dimensi tersebut membentuk model tata kelola bernilai yang mampu menjawab tantangan modern tanpa kehilangan identitas keagamaan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa rekonstruksi governansi pendidikan Islam harus dimulai dari pembaruan paradigma nilai, bukan sekadar perbaikan administratif. Dengan demikian, pendidikan Islam dapat kembali menjalankan fungsinya sebagai institusi peradaban yang menanamkan nilai, membentuk karakter, dan menjaga kemaslahatan publik.</p>Wildan MiftahussururRayhanSilfin Aisyah
Hak Cipta (c) 2025 Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-182025-12-182225126710.62509/hjis.v2i2.311KAJIAN MUNASABAH QS. AL-ḤADĪD AYAT 20–24 SEBAGAI SOLUSI QUR’ANI TERHADAP FENOMENA FOMO
https://jurnal.stikkendal.ac.id/index.php/halaqah/article/view/338
<p>Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) menjadi salah satu problem psikologis paling menonjol dalam budaya digital modern, ditandai oleh kecemasan untuk selalu terhubung dan ketakutan tertinggal dari pengalaman sosial. Artikel ini mengkaji QS. al-Ḥadīd ayat 20–24 melalui pendekatan munasabah untuk menawarkan kerangka teologis sebagai solusi Qur’ani terhadap FOMO. Penelitian ini menjawab tiga pertanyaan: bagaimana penafsiran ayat 20-24; bagaimana munasabah antara ayat 20–24 membentuk orientasi hidup yang benar; serta bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diimplementasikan untuk mereduksi FOMO. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah sumber-sumber tafsir utama, termasuk karya ar-Rāzī dan Wahbah az-Zuḥaylī, serta dari berbagai literatur pendukung seperti jurnal, buku, dan artikel ilmiah yang membahas fenomena <em>Fear of Missing Out</em> (FOMO) dalam konteks sosial modern. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa ayat 20–21 mengalihkan fokus manusia dari perlombaan duniawi menuju musābaqah spiritual; ayat 22–23 meneguhkan stabilitas emosi melalui keyakinan pada takdir; dan ayat 24 memperingatkan dampak moral dari orientasi duniawi. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi nilai kefanaan dunia, kompetisi kebaikan, keyakinan pada qadar, dan kelapangan hati membentuk solusi komprehensif yang mampu meredam akar psikologis FOMO dan menata kembali orientasi hidup manusia di era digital.</p>Sidik Amirulloh
Hak Cipta (c) 2025 Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-182025-12-182226828310.62509/hjis.v2i2.338MEDIA BENDA NYATA DALAM PEMBELAJARAN PAI: UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN PRAKTIK IBADAH PESERTA DIDIK
https://jurnal.stikkendal.ac.id/index.php/halaqah/article/view/358
<p>Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya memahami ajaran agama secara konseptual, tetapi juga mampu menginternalisasi dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Namun, realitas pembelajaran PAI di sekolah masih menunjukkan kecenderungan verbalistik dan berorientasi pada aspek kognitif semata, sehingga pemahaman praktik ibadah peserta didik belum berkembang secara optimal. Kondisi ini menuntut adanya inovasi dalam penggunaan media pembelajaran yang mampu menghubungkan konsep ibadah dengan pengalaman nyata peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan karakteristik media benda nyata, mengkaji perannya dalam meningkatkan pemahaman praktik ibadah peserta didik, serta mengkaji implikasi pemanfaatannya terhadap pelaksanaan pembelajaran PAI yang efektif dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan menelaah berbagai sumber pustaka berupa buku teks, artikel jurnal ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan topik kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media benda nyata memiliki kemampuan untuk mengkonkretkan konsep-konsep ibadah yang bersifat abstrak menjadi pengalaman belajar yang lebih nyata dan bermakna. Pemanfaatan media ini terbukti dapat meningkatkan keterlibatan aktif peserta didik, memperkuat pemahaman praktik ibadah secara menyeluruh pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik, serta membantu peserta didik mengaitkan materi ibadah dengan konteks kehidupan sehari-hari. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan kajian media pembelajaran PAI serta rekomendasi praktis bagi pendidik dalam merancang pembelajaran praktik ibadah yang lebih aplikatif dan bermakna.</p>Rifqil MuslimDini AnjaniCamila Fatah Suroyya
Hak Cipta (c) 2025 Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-302025-12-302228429810.62509/hjis.v2i2.358