https://jurnal.stikkendal.ac.id/index.php/dimastika/issue/feedJurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2025-10-19T07:12:52+07:00Firdaus Himawan Raharjofirdaushimawanraharjo@stikkendal.ac.idOpen Journal Systems<p>Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Dimastika) adalah jurnal yang di kelola oleh LPPM sebagai wahana publikasi pengabdian kepada masyarakat baik oleh civitas akademika Sekolah Tinggi Islam Kendal atau akademisi dari perguruan tinggi lain, dan masyarakat secara umum. Rumpun ilmu yang menjadi ruang lingkup dalam pengabdian masyarakat yang menjadi konten jurnal ini diantaranya pendidikan, ekonomi, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan . Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Maret dan September.</p>https://jurnal.stikkendal.ac.id/index.php/dimastika/article/view/259Peran Lazisnu Kecamatan Limpung dalam Pengumpulan dan Penyaluran Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS)2025-09-25T09:19:56+07:00Misbahun Nidhommisbahunnidhom@stikkendal.ac.idMuhammad Muamar Assidiqimuhammadmuamarassidiqi@gmail.comRofif AmamRofifamam32@gmail.comSofiatul Hasanahsofiatulhasanah1709@gmail.comSigit Dermawandermawansigit1@gmail.comArdian Yega SafilaArdianyega58@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran, permasalahan, dan upaya penguatan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kecamatan Limpung dalam mengelola dana umat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, partisipasi aktif, wawancara, dan dokumentasi selama kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa LAZISNU Limpung memiliki kontribusi signifikan melalui program Gerakan Koin NU, beasiswa pendidikan, layanan kesehatan, dan bantuan sosial. Namun, efektivitas program masih terhambat oleh kurangnya sosialisasi, rendahnya literasi zakat masyarakat, keterbatasan sumber daya manusia, serta isu transparansi pengelolaan dana. Untuk mengatasi hal tersebut, strategi yang dapat dilakukan meliputi penguatan sosialisasi, peningkatan literasi zakat, transparansi laporan keuangan, pemanfaatan teknologi digital, dan kolaborasi dengan tokoh masyarakat. Dengan strategi tersebut, LAZISNU berpotensi meningkatkan partisipasi masyarakat dan memperkuat pemberdayaan umat secara berkelanjutan.</p>2025-09-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://jurnal.stikkendal.ac.id/index.php/dimastika/article/view/263Keunikan Pembelajaran Madrasah Berbasis Pesantren: Studi Kualitatif dalam Konteks Pendidikan Agama Islam2025-09-25T12:45:45+07:00Nely Irnik Darojahnelyirnikdarojah@stikkendal.ac.idAhmad ZubadZubad@gmail.comKamal FatkhullahFatkhullah@gmail.comIsti KhumaedahKhumaedah@gmail.comMaulida RohmatikaRohmatika@gmail.comLaila Riza NurazizahNurazizah@gmail.comSiti MunadhifahMunadhifah@gmail.comAbdullah Syifa’udinabdullahsyifaudin@gmail.comKhusnul KhotimahKhotimah@gmail.com<p>Madrasah berbasis pesantren memiliki karakteristik unik dalam pola pembelajaran, karena mengintegrasikan sistem pendidikan formal dengan tradisi keilmuan Islam yang berakar pada nilai-nilai pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk menggali keunikan pembelajaran yang berlangsung di madrasah berbasis pesantren, dengan menekankan pada perpaduan antara kurikulum nasional dan kurikulum khas pesantren yang sarat dengan nilai-nilai akhlak, spiritualitas, serta kedisiplinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru, santri, dan pengelola madrasah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keunikan pembelajaran di madrasah berbasis pesantren terletak pada integrasi antara ilmu umum dan ilmu agama, pembiasaan ibadah harian, kedekatan emosional antara guru dan santri, serta lingkungan yang kondusif bagi pembentukan karakter Islami. Temuan ini memberikan kontribusi bagi pengembangan model pendidikan integratif yang relevan dengan kebutuhan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang mendasar.</p>2025-09-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://jurnal.stikkendal.ac.id/index.php/dimastika/article/view/288Integrasi Nilai Religius dan Teknologi: Peran Guru PAI di Era Digital Di MA Mualimin Parakan2025-10-10T17:00:17+07:00Mafakirmafakir@stikkendal.ac.idAli Saidi Rodhiyaali@gmail.comM Fauzi Rizalfauzirizal@gmail.comM Fathul Ihsanudinfathul@gmail.comUmibintiyahbintiyah@gmail.com<p>Era digital menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi Pendidikan Agama Islam (PAI). Teknologi mempermudah komunikasi, pembelajaran, dan aktivitas sehari-hari, tetapi penyalahgunaannya berpotensi menimbulkan kecanduan digital, degradasi moral, dan melemahkan keterampilan sosial. Artikel ini bertujuan mengkaji peran guru PAI dalam membentuk karakter religius siswa di era digital. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan menganalisis berbagai literatur terkait implementasi nilai religius, strategi pembelajaran, serta tantangan guru PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru PAI berperan penting sebagai pendidik, pembimbing, dan teladan dengan memanfaatkan media digital seperti aplikasi Islami, platform pembelajaran, dan media sosial secara kreatif dan interaktif. Strategi yang digunakan meliputi pendekatan preventif, represif, dan kuratif dalam menanamkan nilai iman, takwa, dan akhlak mulia.</p>2025-09-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://jurnal.stikkendal.ac.id/index.php/dimastika/article/view/262Penerapan Metode dan Strategi Pembelajaran di Lembaga Pendidikan Keagamaan di MA NU 05 Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal 2025-09-25T10:05:46+07:00Kurniyahkurniyah@stikkendal.ac.idWisnu WibowoWibowo@gmail.comM.Dani KhakimKhakim@gmail.comArina Hakikiyatal HayatiHayati@gmail.comAnis Salsa MahbubahMahbubah@gmail.comMiladianurmdianur652@gmail.comYusuf Setia BudiBudi@gmail.com<p>Pendidikan agama memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak sejak usia dini sampai jenjang pendidikan MA/SMA Sederajat. Selain pendidikan nonformal, pendidikan formal seperti Madrasah Aliyah (MA) berkontribusi dalam membangun pemahaman keagamaan anak. Namun, pembelajaran di Madrasah Aliyah sering kali menghadapi tantangan dalam metode dan strategi pengajaran yang kurang variatif, sehingga murid-murid mudah bosan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kualitas pengajaran melalui metode yang inovatif dan strategi yang tepat. Penelitian ini dilakukan dalam bentuk Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) DI MA NU 05 GEMUH , Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal. Metode yang digunakan adalah ceramah dan tanya jawab, dengan evaluasi pemahaman peserta sebelum dan sesudah pelatihan. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman strategi dan metode pembelajaran dari 40% sebelum pelatihan menjadi 80% setelahnya. Selain itu, partisipasi aktif peserta dalam diskusi mencapai 70%. Seminar ini berhasil meningkatkan pemahaman murid dalam pembelajaran yang lebih menarik dan efektif, sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan di Madrasah.</p>2025-09-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://jurnal.stikkendal.ac.id/index.php/dimastika/article/view/269Komparasi Karakter Keagamaan Siswa Reguler dan Siswa Ma’had pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di MAN Kendal2025-09-26T14:09:25+07:00Ahmad MunadirinAhmadmunadirin9@gmail.comPutry Mardianaputrymar19@gmail.comFaraqna Algadavi Aulia Ahmadfaraqna3104@gmail.comAnis 'Ullalahullalahanis@gmail.comSoni' Zakiyah Darojahsonikzakiyahd@gmail.comMuhammad Arfi Husniarfifvnky@gmail.com<p>MAN Kendal memiliki ciri khas tersendiri karena di samping pembelajaran reguler, juga terdapat ma’had sebagai wadah pembinaan keagamaan siswa. Hal ini menimbulkan adanya dua kelompok siswa, yaitu reguler dan ma’had, dengan karakter keagamaan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan bagaimana karakter keagamaan terbentuk melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada kedua kelompok tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa reguler cenderung hanya mengandalkan pembelajaran formal di kelas, sementara siswa ma’had mendapatkan tambahan penguatan berupa pembiasaan ibadah dan kontrol akhlak di asrama. Perbedaan terlihat jelas pada pemahaman agama, sikap religius, praktik ibadah, dan akhlak keseharian. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi antara PAI formal dan pendidikan ma’hadiyyah memberikan kontribusi lebih besar dalam membentuk karakter keagamaan siswa.</p>2025-09-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://jurnal.stikkendal.ac.id/index.php/dimastika/article/view/231Efektivitas Pelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti dalam Pembentukan Akhlak dan Karakter Siswa SMA N 1 Gemuh2025-09-12T11:33:21+07:00Naili Fauziah LutfiyaniFauzia4lwi@gmail.comsiti nasikahsnasikah17@gmail.comNurul Fadhilatul MufidahMufidah@gmail.comSiti Khoirul NisaNisa@gmail.comIbnu Al AshariAshari@gmail.comYusuf ArjunnajahArjunnajah@gmail.com<p>Efektifitas merupakan suatu keberhasilan yang membawa kebaikan,dan berdampak positif bagi target yang ditentukan. Peserta didik atau siswa adalah generasi penerus bangsa yang akan menentukan nasib bangsa kedepannya. Pendidikan merupakan kunci utama dalam pembentukan akhlak dan karakter seseorang, terutama pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran PAI BP dalam pembentukan akhlak dan karakter siswa SMA N 1 GEMUH. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan metode observasi,dokumentasi dan wawancara untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan penelitian. Pembelajaran PAI BP sangat efektif dalam pembentukan akhlak dan karakter siswa SMA N 1 GEMUH karena dalam pembelajaran PAI BP tidak hanya diajarkan mengenai ibadah,tetapi juga akhlak,cara bersosial,adab yang sesuai dengan syariaiat islam.Selain pembelajaran PAI BP, BK juga sangat berperan penting dalam pembentukan akhlak dan karakter siswa karena dengan adanya BK siswa menjadi lebih mentaati aturan-aturan yang ada disekolah. Kerjasama antara guru PAI BP dan guru BK juga menjadi perpaduan yang sangat baik untuk mendidik siswa agar memiliki akhlak dan karakter yang lebih baik. Berbagai pembiasaan yang diterapkan SMA N 1 GEMUH juga memiliki kontribusi yang baik dalam pembentukan akhlak dan karakter siswa.</p>2025-09-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://jurnal.stikkendal.ac.id/index.php/dimastika/article/view/258Problematika Adab dan Akhlak Siswa dalam Proses Pembelajaran di SMA Islam Al Fath Plantungan2025-09-25T08:52:33+07:00Muhammad Ali Gunawanmuhammadaligunawan@stikkendal.ac.idFerry Aji AprilianAprilian@gmail.comElliyya Rochmatassaadahellyemrahmantep@gmail.comKhusnul KhotimahKhotimah@gmail.comNur WahidWahid@gmail.comFina Lutfiana AzmiAzmi@gmail.comNur HidayantiHidayanti@gmail.com<p>Dalam perspektif pendidikan Islam, keberhasilan proses belajar tidak hanya diukur dari penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga dari penerapan nilai-nilai adab dan akhlak. Namun, kenyataan di sekolah sering menunjukkan masih banyak tantangan dalam pembinaan karakter siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan persoalan adab dan akhlak siswa di SMA Islam Al Fath Plantungan, mengidentifikasi faktor penyebab, serta merumuskan langkah-langkah perbaikannya. Metode yang digunakan ialah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara tidak formal, dan penelusuran dokumen selama pelaksanaan PPL. Hasil pengamatan menunjukkan adanya beberapa masalah utama, antara lain rendahnya kedisiplinan, kurangnya sopan santun terhadap guru, minimnya rasa peduli antar siswa, serta kecanduan terhadap gawai. Faktor-faktor penyebab yang muncul meliputi pola asuh keluarga, lingkungan pergaulan, kurangnya penekanan pendidikan karakter di kelas, serta arus teknologi digital. Adapun upaya perbaikan yang direkomendasikan adalah penguatan karakter Islami melalui teladan dan pembiasaan, sinergi sekolah dengan orang tua, pengendalian penggunaan teknologi, serta pembinaan lewat kegiatan ekstrakurikuler bernuansa keislaman.</p>2025-09-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://jurnal.stikkendal.ac.id/index.php/dimastika/article/view/236Penerapan Mengagungkan Ilmu dan Ahlinya Dalam Pembelajaran Ta’lim Muta’alim di SMA Ma’arif NU 04 Kangkung 2025-09-13T15:44:29+07:00Khusnul Hudahudasmn34@gmail.comM. Nurul AlamAlam@gmail.comEvi Indrianivianirespector22@gmail.comIsnaeni NahariyahNahariyah@gmail.comAniq MaulayaMaulaya@gmail.comNofiyatul RomdhonahRomdhonah@gmail.com<p>pentingnya internalisasi adab dalam menuntut ilmu, sebagaimana diajarkan dalam kitab klasik tersebut, agar peserta didik tidak hanya memahami aspek kognitif, tetapi juga menghayati nilai moral dan spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan mengagungkan ilmu dan ahlinya diwujudkan melalui beberapa strategi, antara lain pembiasaan sikap hormat kepada guru, menjaga tata krama dalam belajar, serta menanamkan kesadaran bahwa ilmu adalah cahaya yang harus dijaga kesuciannya. Implementasi tersebut memberikan dampak positif, yaitu meningkatnya kedisiplinan, kesantunan, serta motivasi belajar siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan nilai-nilai Ta’lim Muta’alim khususnya dalam aspek mengagungkan ilmu dan ahlinya, berperan penting dalam membentuk karakter religius dan etika belajar siswa di SMA Ma’arif NU 04 Kangkung.</p>2025-09-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://jurnal.stikkendal.ac.id/index.php/dimastika/article/view/249Strategi Peningkatan Mutu Belajar Mengajar Sekolah Berbasis Pondok Pesantren di Smk Darussalam Subah di Desa Kemiri Barat Kecamatan Subah Kabupaten Batang 2025-09-22T04:44:32+07:00Helmi Abdul LatifHelmiabdullatif@stikkendal.ac.idMiladia Lailamiladia5644@gmail.comNadia Sofiyatul AliyahAliyah@gmail.comLuthfiyah AzizahAzizah@gmail.comM.Luthfil HakimHakim@gmail.comHafidhotun NadhirohNadhiroh@gmail.comAmir MustaszarMustaszar@gmail.comLubna Aula NafisahNafisah@gmail.comAisyah KameliaKamelia@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi peningkatan mutu belajar mengajar pada sekolah berbasis pondok pesantren di SMK Darussalam Subah. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kebutuhan sekolah untuk mengintegrasikan nilai-nilai pesantren dengan integritas pendidikan formal agar tercapai kualitas pembelajaran yang unggul. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa strategi utama dalam peningkatan mutu pembelajaran, antara lain: penguatan kompetensi guru melalui program pelatihan dan pembinaan rutin, penerapan model pembelajaran terpadu yang memadukan kurikulum nasional dengan kurikulum pesantren, pembiasaan budaya integritas di lingkungan sekolah, serta optimalisasi peran pengasuh pesantren dan guru sebagai teladan dalam pembentukan karakter siswa. Selain itu, penerapan manajemen sekolah berbasis pesantren yang menekankan kedisiplinan, akhlak, dan tanggung jawab turut memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar siswa. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi yang dilakukan SMK Darussalam Subah efektif dalam meningkatkan mutu belajar mengajar sekaligus membentuk keseimbangan antara aspek akademik, spiritual, dan moral peserta didik.</p>2025-09-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://jurnal.stikkendal.ac.id/index.php/dimastika/article/view/282Penguatan Moderasi Beragama Di Era Digital: Studi Santri Pondok Pesantren Darul Fikri Jambearum2025-10-02T05:16:21+07:00Nehru Millat Ahmadnehrumillatahmad@stikkendal.ac.idNadia Karimatur Rohmahnadkarim49@gmail.comYeni Fatiha Firhatun Ni’mahyenifat01@gmail.com<p>Perkembangan era digital telah membawa perubahan besar dalam cara masyarakat memahami, mengakses, dan menyebarkan informasi keagamaan. Kondisi ini menghadirkan peluang bagi dakwah dan pendidikan Islam, sekaligus tantangan berupa penyebaran paham intoleran di ruang digital. Penelitian ini bertujuan untuk memperkuat moderasi beragama di kalangan santri Pondok Pesantren Darul Fikri Jambearum melalui program pendampingan berbasis literasi digital. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan partisipatif, dilaksanakan selama dua bulan dan melibatkan 30 santri berusia 14–22 tahun. Kegiatan meliputi kajian interaktif tentang moderasi beragama, pelatihan produksi konten digital, serta refleksi bersama. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman santri terhadap konsep moderasi beragama yang berorientasi pada sikap adil, seimbang, dan toleran. Selain itu, para santri berhasil memproduksi konten dakwah kreatif di media sosial, seperti video pendek dan poster digital bertema Islam damai. Kendala berupa keterbatasan perangkat dan akses internet diatasi melalui kerja sama dan pembentukan komunitas dakwah digital sebagai strategi keberlanjutan. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pendampingan literasi digital merupakan strategi efektif untuk menanamkan nilai moderasi beragama, sekaligus membentuk santri sebagai agen dakwah moderat yang adaptif terhadap tantangan era digital.</p>2025-09-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat